Wisata Spanyol dari Kereta cepat

Wisata Spanyol dari Kereta cepat

Wisata Spanyol dari Kereta cepat – Spanyol Luncurkan Kereta Cepat dengan memiliki biaya yang murah yaitu dengan Harga Rp 84 Ribu.

Kecuali populer dengan club Sepak Bola, Spanyol populer dengan daya tarik pariwisatanya yang memikat. Negara yang memperoleh panggilan sebagai negara Matador ini mempunyai bermacam tujuan rekreasi yang pantas didatangi, diantaranya Madrid dan Barcelona.

Wisata Spanyol dari Kereta cepat, Misteri Segitiga Bermuda, Hingga Pecinan Tertua

Untuk memudahkan perjalanan antar ke-2 kota itu, Spanyol mengeluarkan kereta cepat sekalian murah untuk pelancong. Dikutip CNN, operator kereta cepat ini Renfe, yang mengepalai kereta Avlo akan bawa penumpang lakukan perjalanan 500 km atau 300 mil dari Madrid ke arah Barcelona cuman dalam dua 1/2 jam.

Baca Juga: Bukti Menarik Noken Papua

Untuk melingkari beberapa kota sepak bola di negara itu, pelancong harus bayar sejumlah 5 euro atau sama dengan Rp 84 ribu. Service Avlo yang meluncur dengan kecepatan sampai 330 km /jam ini bisa memuat 483 penumpang.

Kereta cepat memiliki biaya murah ini gagasannya mulai bekerja 23 Juni kedepan, dengan 4 perjalanan pulang-pergi ke dua kota itu. Umumnya, untuk ke arah Barcelona harus tempuh perjalanan tiga jam memakai mobil.

Perjalanan akan melalui kota-kota di Spanyol, yaitu Guandalajara, Calatayud, Zaragoza, Lleida, Tarragona, dan Girona.

Renfe sudah mengganti 112 kereta dengan Wisata Spanyol Kereta cepat untuk service baru yang sudah direncanakan launching pada April 2020. Tetapi, service ini mau tak mau diundur karena timbulnya wabah COVID-19.

Berdasar pengakuan di website sah Renfe, semenjak dipasarkan pada Selasa (26/1), ticket kereta Alvo sudah habis terjual sampai 100.000 setiap harinya. Alvo pada intinya sebagai alternative yang tambah murah untuk jaringan Renfe Alta Velocidad Española (AVE) yang bekerja pada jaringan rel dengan kecepatan tinggi paling panjang ke-2 sang dunia, sesudah service kereta peluru di China.

Ini untuk hadapi kompetisi ketat dari jaringan Ouigo punya operator negara Prancis SNCF, service kereta berkecepatan tinggi dengan ongkos rendah yang lain di antara Madrid dan Barcelona, yang akan dikeluarkan pada Mei kedepan. 10.000 ticket pertama pulang pergi Ouigo mulai akan dipasarkan pada harga masing-masing 1 euro atau Rp 16 ribu.

Saat itu, harga ticket kereta pada keadaan normal dipasarkan dimulai dari 9 euro Rp 151 ribu sekali perjalanan. Saat dua jaringan berkompetisi merebutkan konsumen setia, mereka sukses memperoleh ticket kereta untuk perjalanan lebih dari 600 km pada harga 5 euro atau Rp 84 ribu.

Selesai berlakukan lockdown ketat di Eropa, Spanyol sekarang sudah kembali membuka pintunya untuk pelancong internasional sepanjang musim panas. Sekarang ini, warga di Spanyol cuman dibolehkan tinggalkan rumah untuk bekerja, sekolah, beli obat, menjaga orangtua atau beberapa anak dengan jalani prosedur kesehatan yang berjalan.

Wisata Spanyol Kereta cepat Es Vedra, Pulau Kecil Penuh Mistis yang Dipanggil Segitiga Bermuda-nya Ibiza

Segitiga Bermuda adalah tempat paling dijauhi di dunia. Tempat satu ini kabarnya dapat membuat pesawat atau kapal yang melewatinya salah jalan atau kecelakaan, seperti pulau kecil di Ibiza ini.

Dipanggil sebagai Segitiga Bermuda, Es Vedra dijumpai simpan medan magnet yang besar, sama dengan Segitiga Bermuda di Samudera Atlantik.

Dikutip Daily Star, Es Vedra sebagai pulau batu karang yang berada di terlepas pantai barat daya Pulau Ibiza, Spanyol. Pulau ini dikenali akan dogma dan legendanya, seperti dipercayai sebagai tempat dengan medan magnet paling besar ke-3 di dunia.

Kabarnya, warga lokal yakini Es Vedra bak Siren (makhluk mitologi Yunani) yang memancing beberapa pelaut ke arah kematian, karena kecelakaan kapal dengan nyanyiannya.

Saat itu, legenda lain menjelaskan kabarnya Es Vedra sebagai pulau sebagai tempat kelahiran Dewi Tanit.

Ada pula legenda yang mengatakan jika kandungan batu-batuan Es Vedra serupa dengan batu yang dipakai untuk membuat Piramida di Mesir, atau Stonehenge dan Pulau Paskah.

“Aku dengar tempat itu dapat menyembuhkanmu. Atau jika ada alien yang tinggal di batu itu,” kata Mark Corfield, seorang karyawan sekalian pelancong asal London.

Walau dogma itu belum bisa dibuktikan kebenarannya, banyak pelancong yang dibikin ingin tahu dengan pulau ini. Tidak kecuali selebritas ternama Hollywood Paris Hilton, Rita Ora, Alessandra Ambrosio, dan beberapa aktris yang lain.

Apa lagi, pulau ini makin terkenal sesudah banyak pelancong yang mendokumentasikan photo panorama Es Vedra. Disamping itu, pulau ini dikenal juga dengan panoramanya yang cantik.

Untuk mendapati pulau ini, pelancong dapat bertandang ke salah satunya bukit yang berada di Sant Antoni de Portmany di Kepulauan Baleare, Spanyol.

Tetapi, untuk kamu yang ingin lebih berlebihan, ada tour rekreasi untuk menyaksikan dari jarak dekat pulau itu dengan memakai perahu. Namun, karena ombak yang besar pelancong tidak dibolehkan untuk memijakkan kaki ke pulau itu.

Binondo, Teritori Pecinan Paling tua di Dunia yang Dibuat Saat Dijajah Spanyol

Daerah Pecinan ialah daerah yang banyak ditempati oleh turunan etnis Tionghoa. Tidak cuma di Indonesia, teritori itu banyak juga menyebar di beberapa penjuru dunia.

Teritori yang dikenali sebagai Chinatown ini sering jadi tujuan rekreasi yang banyak didatangi pelancong. Karena, teritori ini lebih banyak mendatangkan pusat perdagangan yang berisi bermacam kulineran sampai pernak-pernik ciri khas Tionghoa.

Tetapi, rupanya teritori tempat tinggal etnis Tionghoa ini pertama kalinya berdiri bukan di China, tetapi di Filipina. Daerah pecinan ini berada di Area Binondo, Manila. Binondo dikukuhkan sebagai teritori pecinan paling tua di dunia.

Area Binondo ini sesungguhnya telah ada semenjak era ke-1 Masehi. Saat itu, beberapa orang Tionghoa telah aktif berdagang ke daerah Asia Tenggara.

Tetapi, pada era ke-16 mereka mau tak mau tinggal bersama pada sebuah daerah di Manila. Hal tersebut terjadi sesudah penjajahan Spanyol kuasai Filipina, terutamanya Binondo.

Pada 1584, berdasar instruksi Gubernur Luis Perez Dasmarinas, penjajahan Spanyol membuat permukiman untuk beberapa orang Tionghoa supaya gampang dipantau. Beberapa pedagang China yang mengelana di Manila dihimpun di satu teritori, yakni Binondo, pusat perdagangan di Filipina.

Spanyol memberi tanah hibah ke sekumpulan pedagang dan pengrajin Tionghoa yang bebas pajak dan dengan hak spesial yang terbatas untuk mengendalikan diri kita. Dikutip Esquiremag, bahkan juga saat sebelum terkuasai Spanyol, teritori ini telah ditempati oleh beberapa pedagang China.

Destinasi Wisata Spanyol

Selama saat kekuasaan Spanyol, Dasmarinas membuat sebuah katedral besar di teritori itu, dengan arah, membawa masyarakat Tionghoa untuk bertukar agama jadi Katolik. Disamping itu, Binondo mempunyai segi riwayat yang gelap berkaitan kehidupan etnis Tionghoa di Filipina.

Saat Spanyol menjajah Filipina, warga etnis Tionghoa yang tinggal di Binondo diminta hijrah agama, bila tidak, mereka akan mendapatkan hukuman mati. Bahkan juga, beberapa penjajahan menyingkirkan dan membunuh imigran asal China yang menampik hijrah agama.

Tidak cuma itu, mereka diminta mengaplikasikan budaya penjajahan dan hilangkan identitas aslinya sebagai etnis Tionghoa. Sepanjang dikepung Spanyol, banyak beberapa pedagang China yang menikah dengan warga asli Filipina yang disebutkan mestizo atau ras kombinasi China-Filipina.

Walau demikian, bangunan, makanan, dan budaya China masih terlihat terang di Binondo. Sampai sekarang ini, sesudah beratus-ratus tahun Binondo masih menjaga warisan nenek moyang mereka.

Seperti teritori pecinan biasanya, Binondo menyajikan nuansa permukiman etnis Konghucu di tiap seginya. Yang cukup dikenali ialah Jalan Carvajal yang disebutkan Umbrella Alley (gang payung).

Untuk membahas flashback riwayat panjang masyarakat asli Binondo merebutkan identitas keberagamaannya, kamu dapat berkunjung gereja Binondo. Gereja ini dibuat saat Binondo masih juga dalam kekuasaan penjajahan, yaitu 1596.