Bukti Menarik Noken Papua

Bukti Menarik Noken Papua

Bukti Menarik Noken Papua  – Apa itu Noken Papua?  Merilis dari Wikipedia, Noken Papua ialah tas tradisionil Papua dibuat serat kulit kayu.

Bukti Menarik Noken Papua yang Hias Google Doodle

Noken Papua menggambarkan lambang kehidupan yang bagus, perdamaian dan kesuburan. Noken Papua umumnya dipakai untuk bawa beberapa barang keperluan setiap hari.

Bukti-bukti Menarik Noken Papua:

Noken Papua tidak cuman sebuah tas tradisionil untuk warga Papua. Tas ini mempunyai filosofis dan nilai-nilai tertentu.

Baca Juga: Pariwisata Sumbar 2021 Menarik

Berikut akan kami suguhkan bukti-bukti menarik sekitar Noken Papua yang penting kamu kenali.

Noken Papua Cuman Bisa Dibikin Oleh Masyarakat Papua

Noken cuman bisa dibikin oleh wanita Papua. Semenjak kecil, beberapa wanita di Papua harusnya belajar membuat noken. Noken sebagai lambang kedewasaan untuk wanita Papua.

Bila wanita Papua dapat membuat noken karena itu dia dipandang sudah dewasa dan penuhi persyaratan untuk menikah.

Proses Pengerjaan Noken Masih Manual

Membuat noken termasuk cukuplah susah karena masih memakai langkah manual dan tidak memakai mesin.

Kayu awalnya diproses, dikeringkan, dipisah-pilah seratnya selanjutnya dipintal jadi tali atau benang. Beragam warna pada noken berawal dari bahan warna alami.

Pengerjaan sebuah noken memerlukan waktu sepanjang 1-2 minggu. Bila noken memiliki ukuran besar bahkan juga memakan waktu beberapa waktu.

Noken Papua Digunakan Untuk Bawa Hasil Panen

Noken Papua mempunyai ukuran dan tipe bahan yang berbagai macam. Pada Noken besar dipakai untuk bawa hasil kebun, hasil laut, kayu bakar, hewan kecil, belanjaan sampai bayi.

Noken kecil umumnya digunakan untuk bawa barang individu seperti uang, sirih, dan makanan. Untuk siswa, noken dipakai untuk bawa peralatan sekolah seperti buku dan alat catat.

Noken Papua Digunakan di Kepala

Berlainan dengan tas-tas biasanya, tas tradisionil Noken Papua yang memiliki ukuran besar dipakai di atas kepala, dengan mengalungkannya menuju belakang punggung.

Dengan demikian, beban barang yang mereka membawa akan bertopang imbang di kepala dan badan sisi belakang.

Tetapi untuk Noken Papua memiliki ukuran kecil bisa diselempangkan ke segi badan samping kiri atau kanan.

Noken Papua Diputuskan Sebagai Peninggalan Kebudayaan oleh UNESCO

Pada tanggal 4 Desember 2012, United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization (UNESCO) memutuskan Noken Papua sebagai peninggalan kebudayaan tidak benda.

Peninggalan kebudayaan tidak benda ini tujuannya ialah bentuk praktek, representasi, gestur, pengetahuan atau ketrampilan yang dianggap oleh barisan atau perseorangan sebagai sisi peninggalan budaya mereka.

Penentuan Noken Papua sebagai peninggalan kebudayaan tidak benda oleh UNESCO sebagai hasil saran dari Pemerintahan Republik Indonesia lewat Kementerian Pengajaran dan Kebudayaan.

Noken Papua Jadi Oleh-Oleh

Noken Papua sekarang datang dengan pola dan wujud yang bervariatif. Berwarna yang bermacam jadi daya tarik tertentu. Harga yang dijajakan

Oleh karena itu tidaklah aneh bila beberapa pelancong lokal atau internasional kerap beli Noken Papua untuk jadi oleh-olehan.

Pernyataan UNESCO

UNESCO mengaku Noken sebagai salah satunya peninggalan budaya dunia pada 4 Desember 2012. Pernyataan ini menambahkan panjang daftar kebudayaan Indonesia yang sudah dianggap sebagai peninggalan budaya dunia.

Sertifikat UNESCO itu baru diberikan ke warga Papua pada 7 April 2014 oleh Menteri Pengajaran dan Kebudayaan waktu itu M Nuh ke Gubernur Papua Barat Abraham O Atururi.

Peranan Noken Papua

Noken memiliki ukuran besar untuk bawa hasil kebun, menggendong bayi atau bawa anak babi. Dengan Noken memiliki ukuran sedang berperan untuk bawa buku. Noken memiliki ukuran kecil untuk simpan hp.

Langkah Menggunakan Noken Papua

Noken digunakan dengan menyangkutkan tali Noken di kepala atau diselempangkan di tubuh. Ada beberapa tipe Noken di Papua. Masing-masing suku mempunyai keunikan Noken tertentu bernama seperti bahasa wilayah semasing.

Noken bernilai mahal

Ada salah satunya Noken yang memikat, Noken ini cuman digunakan pria saja. Noken ini cuman dibikin pria Suku Mee. Selain itu Noken ini disebutkan sebagai Noken emas, mengapa dapat demikian?

Noken Papua menghias halaman depan mesin perayap Google Indonesia pada ini hari, Jumat (4/2). Google Doodle kesempatan ini tampilkan contoh noken Papua, tas tradisionil yang umum dipakai oleh warga Papua.

Penampilan khusus pada Google Doodle itu rupanya untuk mengingati Hari Noken yang bersamaan dengan dia mengaku Noken sebagai peninggalan dunia UNESCO.

Kecuali jadi peninggalan dunia UNESCO, noken Papua rupanya mempunyai deretan bukti bagus yang jarang-jarang dijumpai. Ingin tahu apa saja itu? Yok, baca penjelasannya.

  1. Punyai Arti Simbolis

Noken dipandang mempunyai nilai budaya dan sosial ekonomi yang demikian besar di semua Propinsi Papua dan Papua Barat di Indonesia.

Mencuplik situs kebudayaan.kemdikbud.go.id, noken Papua ialah hasil daya cipta, rasa dan karma yang dipunyai manusia berbudaya dan beradat.

Noken dibikin dari serat, daun, atau rumput-rumputan, selanjutnya ditenun dalam bermacam skema yang memikat dengan arti simbolis. Hal itu yang membuat noken unik, unik dan alami menurut kepercayaan adatnya.

  1. Bukan Asal-asalan Tas

Walaupun secara harafiah noken manfaatnya serupa dengan tas, tapi masih berlainan dari tas umumnya. Noken Papua bukan tas dan tas tidak dapat disetarakan dengan noken.

Hal tersebut karena noken Papua jadi identitas jati diri warga pemilik noken tersebut, baik perseorangan atau komune tradisi atau suku bangsanya semasing.

  1. Noken Umumnya Dibikin oleh Beberapa Wanita Papua

Bukti menarik setelah itu noken biasanya dibikin wanita Papua. Beberapa pembikin atau pengrajin noken dikatakan sebagai Beberapa Mamas Papua.

Bahkan juga, beritanya noken sebagai lambang kedewasaan untuk wanita Papua. Bila wanita Papua dapat membuat noken, karena itu dia dipandang sudah dewasa dan penuhi persyaratan untuk menikah.

  1. Pembikinannya Masih Tradisionil

Membuat noken termasuk cukuplah susah, karena masih memakai langkah manual dan tidak memakai mesin.

Sebelumnya kayu diproses, dikeringkan, dipisah-pilah seratnya, selanjutnya dipintal jadi tali atau benang. Beragam warna pada noken berawal dari bahan warna alami.

Pembuatan tiap tipe noken berbeda. Pengerjaan sebuah noken memiliki ukuran kecil memerlukan waktu sepanjang sekian hari. Sedang, untuk noken memiliki ukuran besar dapat memerlukan waktu beberapa bulan.

  1. Noken Lelaki dan Wanita

Berdasar ukuran dan manfaatnya, tipe noken untuk wanita dan lelaki berlainan.

Mencuplik situs papua.go.id, noken untuk lelaki memiliki ukuran lebih kecil, sedang wanita memiliki ukuran semakin besar. Noken memiliki ukuran kecil untuk simpan korek api, rokok atau pinang.

Sedang noken memiliki ukuran semakin besar ditujukan untuk bawa beberapa hasil perkebunan. Bahkan juga, ada juga noken yang dipakai untuk menggendong bayi atau bawa anak babi.

  1. Peninggalan Budaya yang Terancam Musnah

Dalam tahun-tahun ini, usia panjang peninggalan ciri khas Papua ini dipandang terancam.

Karena statusnya yang dipandang terancam itu, pada ini hari delapan tahun lalu, persisnya pada 4 Desember tahun 2012, tas tradisionil ciri khas Papua ini didaftarnya ke UNESCO dengan kelompok Daftar Peninggalan Budaya Tidak Benda yang penting Dijaga Menekan.

Tentu saja ini ialah sebuah cara besar yang sudah diambil untuk amankan keberlanjutan noken untuk angkatan kedepan.

  1. Noken Diikat di Kepala

Wanita Papua terlatih bawa noken dengan gantungkan talinya di kepala dan biarkan tas menggantung di punggung mereka.

Untuk bawa lebih satu noken, mereka menggantungkannya secara bersusun mulai yang paling besar sampai paling kecil.

Ada beberapa tipe noken di Papua. Masing-masing suku mempunyai keunikan noken tertentu bernama seperti bahasa wilayah semasing.